Lewati ke konten
InstagramYouTubeFacebook

Tutorial

Voucher HotSpot MikroTik dengan User Manager

Cara menyiapkan HotSpot MikroTik dengan voucher User Manager: captive portal, RADIUS, paket dan limitasi, cetak voucher massal, dan kontrol multi-lokasi.

Ringkasan HotSpot MikroTik dengan User Manager mengubah perangkat RouterOS apa pun menjadi sistem WiFi berbasis voucher: tamu masuk ke captive portal, memasukkan kode yang dicetak, dan mendapatkan persis kecepatan, kuota data, dan waktu yang diizinkan paketnya. Semuanya berjalan di router — tanpa server eksternal. Penyiapannya adalah rantai singkat: wizard HotSpot, User Manager sebagai RADIUS, paket, dan voucher siap cetak. Pekerjaan sebenarnya dimulai saat Anda menjalankannya di lebih dari satu lokasi; panduan ini membahas keduanya.

Alur penyiapan voucher HotSpot MikroTik: jalankan wizard HotSpot di antarmuka tamu, aktifkan User Manager sebagai RADIUS, buat paket dengan limitasi dan profil, buat voucher siap cetak secara massal, amankan jaringan tamu, lalu kelola semua lokasi secara terpusat.

Apa Itu Voucher HotSpot MikroTik?

Voucher HotSpot MikroTik adalah kredensial akses sekali pakai — biasanya kartu cetak berisi kode — yang dimasukkan tamu di captive portal router untuk online dengan kecepatan, kuota data, dan masa berlaku yang sudah ditentukan. Sisi portalnya adalah HotSpot RouterOS; sisi kredensialnya adalah User Manager, server RADIUS bawaan MikroTik, yang mengautentikasi setiap kode dan menerapkan paket di baliknya (Dokumentasi MikroTik — User Manager). Bersama-sama keduanya menjadi cara standar hotel, kafe, kondominium, dan WISP menjual atau menjatah WiFi tanpa sistem penagihan eksternal (Emmanuel Corels — User Manager untuk sistem voucher HotSpot).

Daya tariknya adalah akuntabilitas tanpa penyiapan apa pun di sisi klien: setiap voucher adalah kredensial individual, sehingga satu tamu tidak bisa membagikan kode ke sepuluh perangkat, paket prabayar berakhir tepat waktu, dan tidak ada yang perlu menyentuh pengaturan ponsel tamu. Jual kodenya, dan router mengurus sisanya.

Langkah 1 — Jalankan wizard penyiapan HotSpot

Mulailah dari antarmuka yang akan melayani tamu — idealnya bridge atau VLAN khusus, jangan pernah satu segmen dengan jaringan manajemen Anda. Di WinBox, buka IP → Hotspot → Hotspot Setup, pilih antarmuka tamu, lalu terima atau sesuaikan pool alamat, DNS, dan pertanyaan SSL; wizard membangun server DHCP, aturan NAT, dan captive portal dalam sekali jalan, biasanya hanya beberapa menit (madankc — MikroTik Hotspot Setup Step by Step).

Hasil wizard adalah server HotSpot yang terikat ke antarmuka plus profil server yang mengontrol cara tamu mengautentikasi. Uji segera: hubungkan ponsel ke jaringan tamu dan pastikan halaman login muncul. Jika portal tidak mau termuat, ikuti daftar perbaikan kami untuk gateway HotSpot 10.5.50.1 sebelum menambahkan voucher di atasnya.

Builder captive portal MKController dengan pratinjau langsung halaman login voucher.

Langkah 2 — Aktifkan User Manager sebagai backend RADIUS

Pengguna HotSpot lokal cukup untuk segelintir akun, tetapi voucher membutuhkan User Manager. Instal paket user-manager untuk versi RouterOS v7 Anda, reboot, lalu aktifkan dengan /user-manager set enabled=yes. Daftarkan router itu sendiri sebagai klien RADIUS — /user-manager router add name=local address=127.0.0.1 shared-secret=<secret> — dan cerminkan di sisi RADIUS dengan /radius add service=hotspot address=127.0.0.1 secret=<secret> (Dokumentasi MikroTik — User Manager).

Terakhir, edit profil server HotSpot dan aktifkan use-radius=yes agar portal meneruskan login ke User Manager alih-alih daftar pengguna lokal. Sejak titik ini, setiap kode yang diketik tamu diperiksa oleh RADIUS — arsitektur yang sama yang dipakai ISP untuk autentikasi pelanggan PPPoE, hanya saja diarahkan ke tamu WiFi.

Wizard deploy MKController yang menghubungkan perangkat MikroTik ke konfigurasi WiFi Monetization.

Langkah 3 — Buat paket: limitasi dan profil

Sebuah paket jualan di User Manager terdiri dari dua objek. Limitation menentukan apa yang didapat tamu — rate-limit untuk kecepatan, download-limit dan upload-limit untuk batas data, uptime-limit untuk durasi koneksi. Profile membungkus satu atau beberapa limitasi dan menambahkan masa berlaku — berapa lama voucher hidup sejak pertama kali dipakai. Buat satu profil per produk: “1 Jam Gratis”, “24 Jam — 10 Mbps”, “Mingguan — 5 GB” (Dokumentasi MikroTik — User Manager).

Tentukan paket sekali saja dan tahan godaan improvisasi per lokasi. Ketika operator tiap lokasi mengedit limitasi secara manual, voucher “24 jam” yang sama diam-diam berarti hal yang berbeda di tempat yang berbeda — jenis penyimpangan yang baru terlihat sebagai ulasan bintang satu. Menjaga profil tetap identik di semua router adalah persis masalah armada yang diselesaikan oleh audit konfigurasi dan riwayat MKController: lihat apa yang berubah, di mana, dan dorong profil yang sudah diperbaiki ke semua router sekaligus.

Membuat paket di MKController dengan durasi sesi, batas data dan kecepatan, serta harga.

Langkah 4 — Buat pengguna massal dan cetak voucher

Sekarang cetak produknya. Buat pengguna secara massal dan lampirkan profil paketnya — setiap pengguna adalah satu kode voucher. Lalu hasilkan kartu siap cetak dengan perintah generate-voucher, arahkan ke ID pengguna atau kueri find; User Manager mengisi templat voucher dengan kode, paket, dan masa berlaku, siap dicetak dan dijual di kasir (Dokumentasi MikroTik — User Manager).

Di satu router ini pekerjaan Jumat yang menyenangkan. Di selusin lokasi ini berubah menjadi rotasi sesi Winbox — membuat stok, memeriksa apa yang terjual, menonaktifkan kode yang bocor — itulah sebabnya operator menambahkan alat lokal seperti Mikhmon, atau beralih ke cloud dengan kontrol voucher dan HotSpot MKController untuk membuat, melacak, dan mencabut voucher semua lokasi dari satu panel. Perbandingan Mikhmon vs MKController kami membahas pertimbangan itu secara mendetail.

Membuat konfigurasi hotspot voucher di panel WiFi Monetization MKController.

Langkah 5 — Amankan jaringan tamu

Captive portal adalah pintu publik di router Anda, jadi perlakukan seperti itu. Tambahkan aturan firewall yang memblokir subnet HotSpot menjangkau LAN Anda dan, di atas segalanya, layanan manajemen router itu sendiri — Winbox, API, WebFig, SSH — dari sisi tamu. Jaga walled garden tetap minimal: setiap host yang Anda masukkan ke daftar putih dapat dijangkau tanpa voucher.

Tamu pada dasarnya adalah orang asing, dan perangkat tamu yang diretas hanya berjarak satu hop dari router Anda. Jaringan voucher yang bisa menjangkau konfigurasi yang menciptakannya adalah undangan terbuka.

Langkah 6 — Jalankan voucher di semua lokasi

Inilah yang dilewatkan tutorial router tunggal: lokasi yang memakai LTE atau Starlink di balik Carrier-Grade NAT tidak punya IP publik, jadi saat portalnya bermasalah Anda tidak bisa begitu saja masuk dari jauh. MKController menjaga setiap router tetap terjangkau lewat tunnel keluar yang aman — tanpa port forwarding, tanpa alamat publik, seperti dibahas dalam panduan kami tentang manajemen jarak jauh MikroTik di balik CGNAT — dengan backup otomatis dan telemetri yang menandai portal mati sebelum resepsionis mulai kebanjiran keluhan.

Verifikasi setiap lokasi dengan cara yang sama: hubungkan sebagai tamu, habiskan satu voucher uji, pastikan kecepatan dan masa berlakunya sesuai paket.

Mengaktifkan pembayaran Pix dan kartu di captive portal MKController.

Tips

  • Buat nama pengguna voucher pendek dan tidak ambigu — hindari 0/O dan 1/l/I — karena tamu mengetiknya di keyboard ponsel.
  • Atur masa berlaku profil dari login pertama, bukan dari saat dibuat, agar stok cetak tidak kedaluwarsa di laci.
  • Jangan pernah menjual dari batch terakhir Anda: buat stok mendahului permintaan, dan nonaktifkan kode tak terjual dari batch mana pun yang bocor.
  • Pantau memori router pada basis pengguna besar; User Manager menyimpan data accounting di perangkat.

Jual WiFi, bukan tiket dukungan

HotSpot voucher di satu MikroTik adalah proyek satu sore. Menjalankannya sebagai bisnis di banyak lokasi — paket identik di setiap router, stok voucher dibuat dan dicabut terpusat, portal tetap terjangkau bahkan di balik CGNAT, backup diambil sebelum setiap perubahan — adalah titik di mana operator kehilangan malam-malamnya atau memilih sentralisasi. MKController memberi Anda control plane itu: manajemen HotSpot dan voucher seluruh armada, akses jarak jauh keluar yang aman tanpa IP publik, riwayat konfigurasi dan pemulihan sekali klik, serta pemantauan yang membuka tiket sebelum tamu sadar WiFi mati. Operator WiFi berbayar di MikroTik memakainya untuk membuat sepuluh lokasi semudah satu.

Mulai uji coba gratis MKController Anda